Perjalanan menuju puncak dalam
keheningan malam. Malam itu tak ada suara apapun, penghuni alampun hening
membisu seperti malam kudus (natal) sunyi senyap. Belum sampai puncak saya sudah drop
tidak seperti biasanya, entah kenapa saya tidak mengerti. Mungkin karena saya
sendiri tanpa teman penghibur, curhat atau canda tawa tapi entalah..
Saya start dari basecamp jam
8:00 malam. Biasanya yang menempu perjalanan 1 jam atau 1/5 jam sampai pos 1, Saya
baru sampai jam 10:00 malam di pos 1. Memang perjalanan malam itu melelahkan.
Dalam suasana yang sunyi, tenang,
dan nyaman itu, saya duduk di depan papan nama yang bertulisan POS I sambil mengembalikan
tenaga yang sudah keluar. Saya terbawah dalam suasana keheningan di pos 1 dan
mulai merenungkan atas kecapeanku, atas beban yang di pundakku, serta ketakutanku
yang timbul tenggelam dalam kesunyian malam.
Saya ingin mengeluh atas
kecapeanku,
tetapi sebenarnya mengeluh itu
hanya menambah bebanku.
Saya merasa takut,
tetapi sebenarnya rasa takut itu
hanya mengujiku, hanya ilusi imajinasiku.
Saya merasa capek,
tetapi sebenarnya rasa capek itu
menguatkanku.
Aaahhh.. perjalanan belum
sampai masih melangkah lagi. Setelah 30 menit istrahat, jam 10:30 saya mulai melangkah
melanjutkan perjalananku sampai POS II jam 12:00. Setelah sampai pos 2 saya memutuskan untuk bangun
tenda disini.. iya disini.
Menyingkat cerita, tidak lama
tendaku terbangun dan disnilah saya bermimpi bulan bintang bahwa tidak ada
orang lain yang akan mengerti dan mengendalikan diri kita dari keinginan daging.
Hanya kita sendiri yang bisa mengerti dan mengendalikan diri kita. Keluarga dan
orang lain hanya bisa mengingatkan.
Akhirnya semua beban capek,
lelah, tetih dan lesuh itu terlarut dalam secangkir kopi hitamku dan itu menguatkanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar