• 117 GANAPE, Moanemani Dogiyai
  • 08 ( 224 ) 274 - 45 - 51
  • gane3tockwago@gmail.com

CAPEK LELAH DAN LETIH DI DALAM SECANGKIR KOPI


Perjalanan menuju puncak dalam keheningan malam. Malam itu tak ada suara apapun, penghuni alampun hening membisu seperti malam kudus (natal) sunyi senyap. Belum sampai puncak saya sudah drop tidak seperti biasanya, entah kenapa saya tidak mengerti. Mungkin karena saya sendiri tanpa teman penghibur, curhat atau canda tawa tapi entalah..

Saya start dari basecamp jam 8:00 malam. Biasanya yang menempu perjalanan 1 jam atau 1/5 jam sampai pos 1, Saya baru sampai jam 10:00 malam di pos 1. Memang perjalanan malam itu melelahkan. 

Dalam suasana yang sunyi, tenang, dan nyaman itu, saya duduk di depan papan nama yang bertulisan POS I sambil mengembalikan tenaga yang sudah keluar. Saya terbawah dalam suasana keheningan di pos 1 dan mulai merenungkan atas kecapeanku, atas beban yang di pundakku, serta ketakutanku yang timbul tenggelam dalam kesunyian malam. 

Saya ingin mengeluh atas kecapeanku,
tetapi sebenarnya mengeluh itu hanya menambah bebanku.
Saya merasa takut,
tetapi sebenarnya rasa takut itu hanya mengujiku, hanya ilusi imajinasiku.
Saya merasa capek,
tetapi sebenarnya rasa capek itu menguatkanku.

Aaahhh.. perjalanan belum sampai masih melangkah lagi. Setelah 30 menit istrahat, jam 10:30 saya mulai melangkah melanjutkan perjalananku sampai POS II jam 12:00.  Setelah sampai pos 2 saya memutuskan untuk bangun tenda disini.. iya disini.

Menyingkat cerita, tidak lama tendaku terbangun dan disnilah saya bermimpi bulan bintang bahwa tidak ada orang lain yang akan mengerti dan mengendalikan diri kita dari keinginan daging. Hanya kita sendiri yang bisa mengerti dan mengendalikan diri kita. Keluarga dan orang lain hanya bisa mengingatkan.

Akhirnya semua beban capek, lelah, tetih dan lesuh itu terlarut dalam secangkir kopi hitamku dan itu menguatkanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#FANSPAGE

#FLAG COUNTER

Flag Counter