Mengucap syukur dengan caraku sediri
Hari itu merupakan moment yang terkesan bagiku selama ini. Tanggal 16 November2013 yang silam, saya berinisiatif untuk membuat sesuatu kenangan yang bisa diceritakan dengan siapa dia yang ingin mendengarnya. Moment ini sebelumnya saya belum pernah rayakan/buat, tetapi saya lihat sebagian besar teman-teman selalu merayakan ketika momentnya tiba sebagai hari kelahirannya dengan caranya masing-masing. Ada teman yang merayakan hari kelahirannya dengan pesta pora dengan keluarga, teman, juga dengan pacar.
Sebelumnya yang saya
tidak pernah merayakan sebagai hari kelahiran saya. Siang menjelang sore sambil
berbaring di kabar kost bertanyanya-tanya dalam hati. Besok ulangtahun saya,
saya rayakan atau tidak, kalau rayakan saya belum persiapan. Pertanyaan itulah
yang ada dalam benak sore itu. Dalam
banyak pertanyaan dan pertimbnagan dalam hati, secara tiba-tiba ada ide yang
muncul bahwasebagai ucapan syukur saya pergi menikmati alam menciptakanNya.
Lalu sore itu saya
memutuskan untuk pergi menikmati alam ciptaaNya ke Gunung Ungaran. Sebelum saya
berangkat dan packing,saya pergi jalan-jalan dan ketemu teman-teman. Saya
cerita sama teman-teman bawah sebentar saya mau pergi jalan-jalan ke gunung
ungaran. Beberapa pertanyaan yang teman-teman tanya buat apa kesana tetapi saya
hanya jawab sekedar jalan-jalan. Kemudian ada teman 1 (satu) yang bersedia
untuk ikut naik kegunung dia adalah Adik saya Bernardo Boma dengan nama Gaul atau Singkat Bero.
Sudah jam 05:30pm
waktunya untuk packing dan setelah packing selesai sekitar jam 06:30pm. Kami
berdua mulai melangkah perjalanan dari kost menuju ke basecamp mawar dan sampai
di basecamp mawar sekitas jam 08:00. Hujan gerimis menemani perjalan kami berdua
dari basecamp,karena memang waktu itu musim hujan kami dua abaikan saja. Kami
dua mulai melangkah menapaki jalan yang licin dengan bermodal sebagai penerang jalan
1 buah Senter Korek (Korek Gas yang ada senternya). Kami dua naik mengunakan
sandal tapi karna hujan gerimis dan licin sandal saya putus dan sendalnya adik
Bero copot dan simpan di kantong (tas). Dalam perjalanan hujan gerimis itupun
tak terasa, dinginpun hilan dibawah pergi
oleh semangat dan canda tawa kami dua, yang terlihat hanya
butiran-butiran keringat yang jatuh menyegarkan tubuh. Saya sangat banga dan
berterima kasih kepada Adik Bero yang setia menemani dan memikul Tas Carrier
100 liter sampai di puncak ungaran dengan bermodal sebagai penerang Korek Gas
(Senter Korek) dan tampa alas kaki.
Sampai di puncak
sekitar jam 10:00pm (malam), kami dua bangun tenda di pinggir tendanya
teman-teman pendaki yang sudah awal diatas. Setelah bangun tendah selesai kami
berdua masak kopi dan menikmati keheningan malam di Puncak sambil menekuk kopi
ABC Moca yang menghangatkan tubuh. Tidak terasa malam semakin larut jam sudah
melaju menjuk pukul 12:00 (malam). Sebentar
lagi akan memasuki hari yang bahagia, moment yang dimana saya dilahirkan oleh
ibu saya tanggal 17 November. Terima kasih Mama Papa, Terima kasih Allah
Pencipta Langit dan Bumi, Terima kasih adik Bernardo Boma.
Itulah cerita
perjalanan di hari yang indah bahagia, sampai akhirnya tiba pagi Minggu, 17
November 2013 sebagai hari kelahiran saya. Sampai siang sekita jam 10:00am kabut
yang dari pagi menemani kami itu tidak mengalah menunjukkan kami menikmati sunsire
juga alam yang indah dipandang mata.Melihat cuaca yang mulai tidak mendukung
membuat kami tidak lama-lama di puncak dansegera berkemas untuk pulang. Sampai
jam 11:30am kamipun memutuskan untuk pulang. Dalam udarah yang segar, dan kabut
yang indah menawan itu menemani perjalanan pulang kami bersama teman-teman
pendaki dari Purwokerto yang ketemu dipuncak.
Cuplikan Video
"SWEET NEVEMBER"






Tidak ada komentar:
Posting Komentar