Ini cerita perjalanan kami, oleh 2 (dua) putri Papua yang tangguh tampa ragu menantang medan gunung Merbabu.
Pada saat itu kedua purti papua ini
mengajak saya untuk memandu mendaki ke salah satu gunung yang terdapat di Jawa
Tengah. Karena mengingat mereka dua ini cewek dan apa lagi katanya baru pertama kali
mau mendaki Gunung (pemula), maka saya tawari diantara Gunung Andong dengan
ketinggiaan 1726 Mdpl dan Gunung Ungaran dengan ketinggiaan 2050 mdpl.
Setelah menuggu jawaban melalui via line, jawabnya dengan penuh percaya diri
dan keyakinan keduanya kompak line saya dengan kata “kita mendaki ke gunung
Merbabu kak”, Tidak bicara panjang “ok baik”, jawab saya.
Pada akhirnya tanggal 12 Agustus itu kami memulai cerita mendaki. Kami berangkat
dari basecamp melalui jalur pendakian Wekas Kp. Kedakan, RT. 1, RW, 4 Ds.
Kenalan, Kec. Pakis, Kab. Magelang. Kami mulai mendaki dari basecamp siang
sekitar pukul 14:00 dengan mengiringi candatawa dalam perjalanan. Di pertengahan
jalan setelah pos II kami dijeput dengan cahaya sunsire sore. Cahaya sunsire mengingatkan kami langit segera
mulai gelap, maka kamipun segera menyiapkan senter untuk melanjutkan
perjalanan. Kami tidak mengenal malam dan melanjutkan perjalanan, sesampai di
persimpangan jalan menuju pemancar dan puncak kamipun sepakat untuk bangun
tenda istirahat mengembalikan tenaga.
Besok paginya kami pergi ke pemancar untuk menjemput matahari pagi kesetiaan
Tuhan yang tak pernah terlambat menyinari dari arah timur pemancar. Pemancar tidak
jauh dari pos tenda kami yang kira-kira memakan waktu naik sekitar 20 menit.
Setelah kami menyaksikan sunrise Merbabu di pemancar, kami kembali ke tenda.
Setelah sampai di tenda kami, dengan tekat dan keyakinannya kedua cewek
ini tak mau mengalah hanya sampai di persimpangan jalan antara pemancar dan
puncak. Dengan nada yang semangat mereka berdua mengajak saya untuk kita mendaki
lagi sampai di puncak walaupun logistik kami yang kurang. Melihat modal semangat
dan tekatnya yang ingin sampai di puncak, maka kamipun melangkah melawan medan
merbabu dibahwa terik matahari dengan bermodal semangat dan logistik (makanan)
kami yang tersisa hanya 1 botol aqua berisi 1,5 liter dan roti tawar 4 potong. Perjalanan
ini bukan di rumah atau di mall yang ada rumah-rumah makan/minum, jadi ini
perjalanan yang memang gila (hebat).
Awalnya saya tidak percaya kalau kedua putri papua ini akan sampai di
puncak, tetapi pikiranku itu menipu diriku, dengan modal semangat dan tekatnya Rosa Mote, Lia Kegiye sudah
terbukti CEWEK HEBAT di Puncak Gunung MERBABU diatas 3142 mdpl.
Setelah sampai di puncak sekitar jam 11:00an kami memandang dan menikmati
karya Tuhan Allah sebelah kiri kanan, depan belakang gunung merbabu.
Beberapa jam kemudian kami memutuskan untuk turun balik ke tenda dan packing
untuk pulang.
Pendakiaan ini menjadi pengalaman dan bahan cerita tersendiri.
Kepercayaan ada karena kita sudah melakukannya
Kepercayaan ada karena kita sudah membuktikannya
Orang lain meyakini karena ada buktinya
Orang lain meyakini karena ada hasilnya
Terimakasih kepada Romaria Apiye Mote,
Kegiye Karnikal Noel sudah mempercayai saya untuk memandu perjalanan.
![]() |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar