Menjadi seorang anak rantau, menjadi seorang petualangan berjalan di negeri orang, tiada sanak saudara, hanya Tuhan dan teman sebagai andalan, Begitulah nasib yang saya lalui saat ini.
Saya
berjalan kesana kemari hanya untuk mencari setitik ilmu dan pengalaman. Orang
tua yang jauh di sana , tidak akan tahu apa yang saya alami di rantau, Keluarga
hanya tahu bahwa keadaan saya baik-baik saja.
Saya tidak selalu bergantung pada mereka “Saya
tidak ingin terlena dengan kehidupan yang membuat jejak langkah ini terhenti” Saya harus berjalan menemukan siapa saya,
bagaimana saya bisa mempertahankan hidup.
Walau
terkadang hati menangis karna nasib, namun sebenarnya tangisan hanya membuat
lemah. Namun tanggisan bisa hadir sebagai ungkapan suara hati, Entah bagaimana
masa depan ini yang selalu saya membayangkannya setiap saat, tapi biar semuanya
berjalan menurut waktu, karna apa yang ada di depan itulah yang harus saya
hadapi. Entah besok atau lusa akan terjadi dalam hidup ini Hanya Tuhan yang
tahu semua.
Saya
bersyukur, karna kasih sayang Allah selalu tercurah. Terutama semenjak saya di
bangku SMK setelah keluar dari Tanah Kelahiranku dan kawan-kawan yang selalu
memberikan support kepada saya agar tetap bisa kuat melangkah menjalani hidup
ini.
Tapi,
Saya
tidak akan terlena dengan semuanya.
Saya
tak mungkin terus berharap kepada mereka.
Mungkin
saja disuatu saat nanti, bisa saja terjadi keadaan yang tidak semulus dengan
harapan. Saya harus siap untuk menhadapinya, walau saya tak tahu kemana lagi
kaki ini akan melangkah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar