• 117 GANAPE, Moanemani Dogiyai
  • 08 ( 224 ) 274 - 45 - 51
  • gane3tockwago@gmail.com

GENERASI MUDAH PAPUA DALAM ANCAMAN KEHILANGAN IDENTITAS DIRI

 
Sebagai dirilis oleh seorang mahasiswa Antropologi Fisip Uncen di salah satu web online, bahwa secara universal ada tujuh unsur kebudayaan di setiap komunitas, suku/etnik, kaum, dan bangsa. adalah Bahasa, Kesenian, Organisasi sosial, Teknologi atau peralatan hidup, Religi, Sistem pengetahuan dan  Sistem mata pencaharian hidup.

Tujuh unsur kebudayaan diatas ini tentunya tidak terlepas dari kehidupan setiap insan. Dan ketujuh unsur ini saling berkaitan antara satu dan lainnya. Jika salah satu dari ketujuh unsur ini tidak diwariskan dari generasi satu kepada generasi berikutnya  maka akan berujung pada punahnya  unsur tersebut.

Kita lihat saja pada zaman modern ini yang mengancam Kehidupan Generasi Muda Papua  di atas tanahnya sendiri yaitu Masalah KEHILANGAN  IDENTITAS  diri sebagai bangsa Papua yang sejati.


Kulit Hitam minta kulit putih, yang Kulit putih minta hitam.
Rambut Kriting minta lurus (Rebonding serta menggunakan berbagai jenis obat-obatan hair).
Bahasa yang unik dari setiap suku bangsa yang di turun temurunkan, orang tuanya mala mengajarkan bahasa modern.
Orang gemuk mita kurus, yang kurus minta gemuk.
Orang yang pendek minta tinggi, yang tinggi minta panjang.


Semua ini menandakan generasi kedepan dalam keadaan ancaman serius berujung pada kepunahannya. Mungkin lain sisi baik tapi kita tidak meryukuri dengan apa yang Tuhan Allah berikan kepada kita  setiap insan.

Secara garis besar setiap daerah  di kampung-kampung mengalami perubahan yang sangat besar. Hampir generasi muda di daerah-daerah telah meninggalkan tradisi budaya mereka antara lain bahasa, rambut, kulit dll.

Pendidikan paling mendasar ada didalam keluarga. Keluarga adalah komunitas terkecil dari masyarakat. Pendidikan dasar diperoleh di dalam keluarga. Biasanya  apa yang diterapkan atau ditanamkan  dirumah seperti itulah karakter seorang anak terbentuk.

Punahnya indentitas di kalangan generasi mudah di Papua. Hal ini kembali ke pewarisan identitas kita di lupahkan, para orang tua saja lebih memilih menggunakan berbagai obat-obatan untuk mengubah Ciri khas sebagai Orang Papua seperti Rambut kriting minta rambut panjang Rebonding, Kulit Hitam minta putih, Menggunakan bahasa sehari-hari dalam rumah dengan bahasa Indonesia sedangkan bahasa daerahnya tidak.

Hal inilah yang mempengaruhi generasi selanjutnya tidak dapat menuturkan lagi. Dalam hal ini juga terjadi karena faktor Orang Papua yang Melakukan perkawinan Campur. Sehingga bahasa, kulit serta rambut sebegai identitas kita orang Papua akan punah.

Hidup tampa menyukuri apa yang Tuhan Allah berikan kepada kita, Ingat KEPUASAN di Dunia ini tidak ada Batasnya. syukuri Hidupmu, Jalani hipmu apa adanya bukan ada apanya. Syukur Tuhan masih memberikan Nafas Hidup kepada Kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#FANSPAGE

#FLAG COUNTER

Flag Counter