Sebagai dirilis oleh seorang mahasiswa Antropologi Fisip Uncen di salah satu web online, bahwa secara universal ada tujuh unsur kebudayaan di setiap komunitas, suku/etnik, kaum, dan bangsa. adalah Bahasa, Kesenian, Organisasi sosial, Teknologi atau peralatan hidup, Religi, Sistem pengetahuan dan Sistem mata pencaharian hidup.
Tujuh unsur kebudayaan diatas ini
tentunya tidak terlepas dari kehidupan setiap insan. Dan ketujuh unsur ini
saling berkaitan antara satu dan lainnya. Jika salah satu dari ketujuh unsur
ini tidak diwariskan dari generasi satu kepada generasi berikutnya maka akan berujung pada punahnya unsur tersebut.
Kita lihat saja pada zaman modern
ini yang mengancam Kehidupan Generasi Muda Papua di atas tanahnya sendiri yaitu Masalah
KEHILANGAN IDENTITAS diri sebagai bangsa Papua yang sejati.
Kulit Hitam minta kulit
putih, yang Kulit putih minta hitam.
Rambut Kriting minta lurus
(Rebonding serta menggunakan berbagai jenis obat-obatan hair).
Bahasa yang unik dari setiap
suku bangsa yang di turun temurunkan, orang tuanya mala mengajarkan bahasa
modern.
Orang gemuk mita kurus, yang
kurus minta gemuk.
Orang yang pendek minta tinggi,
yang tinggi minta panjang.
Semua ini menandakan generasi
kedepan dalam keadaan ancaman serius berujung pada kepunahannya. Mungkin lain
sisi baik tapi kita tidak meryukuri dengan apa yang Tuhan Allah berikan kepada
kita setiap insan.
Secara garis besar setiap
daerah di kampung-kampung mengalami
perubahan yang sangat besar. Hampir generasi muda di daerah-daerah telah
meninggalkan tradisi budaya mereka antara lain bahasa, rambut, kulit dll.
Pendidikan paling mendasar ada
didalam keluarga. Keluarga adalah komunitas terkecil dari masyarakat.
Pendidikan dasar diperoleh di dalam keluarga. Biasanya apa yang diterapkan atau ditanamkan dirumah seperti itulah karakter seorang anak
terbentuk.
Punahnya indentitas di kalangan
generasi mudah di Papua. Hal ini kembali ke pewarisan identitas kita di
lupahkan, para orang tua saja lebih memilih menggunakan berbagai obat-obatan
untuk mengubah Ciri khas sebagai Orang Papua seperti Rambut kriting minta rambut
panjang Rebonding, Kulit Hitam minta putih, Menggunakan bahasa sehari-hari
dalam rumah dengan bahasa Indonesia sedangkan bahasa daerahnya tidak.
Hal inilah yang mempengaruhi
generasi selanjutnya tidak dapat menuturkan lagi. Dalam hal ini juga terjadi
karena faktor Orang Papua yang Melakukan perkawinan Campur. Sehingga bahasa,
kulit serta rambut sebegai identitas kita orang Papua akan punah.
Hidup tampa menyukuri
apa yang Tuhan Allah berikan kepada kita, Ingat KEPUASAN di Dunia ini tidak ada
Batasnya. syukuri Hidupmu, Jalani hipmu apa adanya bukan ada apanya. Syukur
Tuhan masih memberikan Nafas Hidup kepada Kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar