Adi : Kenapa kamu Dul kok lesu dan murung begitu...?
Adul
: Iya nih Di gigiku sakit
Adi
: Berapa biji gigi kamu yang sakit...?
Adul
: Satu….
Adi
: Berapa biji gigimu yang tidak sakit...?
Adul
: Ya seharusnya tiga puluh satu biji, kan gigi orang ada tiga puluh dua.
Adi
: Gigimu yang sakit hanya satu, yang tidak sakit ada tiga puluh satu… kenapa kamu hanya memikirkan dan terlalu merasakan
yang hanya satu itu…?
hanya memikirkan dan terlalu merasakan yang hanya satu itu…?
Perhatikan
dan fokus saja pada gigi-gigi kamu yang sehat…!
Begitulah
yang kita lakukan selama ini…
Kita
sering, bahkan hampir selalu, memperhatikan penderitaan yang sejatinya adalah
minoritas dari segi kuantitas maupun kualitas. Saat kita sakit gigi kita hanya fokus pada gigi kita
yang sakit, padahal ada banyak gigi yang sehat.
Kenapa
tidak kita syukuri saja gigi yang sehat dan kita fokus pada yang sehat yang
lebih banyak. Kalaupun semua gigi kita sakit, masih banyak organ tubuh kita
yang sehat.
Kalaupun
seluruh organ tubuh kita sakit, masih banyak oksigen yang bisa kita nikmati
untuk bernapas.
Begitu
pula dengan kehidupan sosial kita. Seringkali kita jadi depresi saat ada satu
orang teman membenci kita. Padahal masih banyak teman-teman lain yang
menyayangi kita.
Yang
paling penting adalah kita tidak membenci siapapun dan selalu berusaha
membahagiakan orang lain. Kalaupun semua orang membenci kita, masih ada Tuhan
Yang Maha Pengasih dan Penyayang, betul tidak...
Bila fokus pada kebahagiaan membuat hidup kita lebih
baik, kenapa kita melakukan sebaliknya...?
Di dunia yang fana ini alasan untuk bahagia selalu lebih banyak dari
sebaliknya. Anugerah Tuhan selalu jauh lebih banyak dari sesuatu yang kita
anggap sebagai penderitaan.
FOKUSLAH pada KEBAHAGIAAN karena lebih banyak alasan untuk itu dibanding
sebaliknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar